Motivasi Belajar
Psikologi
Pendidikan
“ Motivasi Belajar “
Disusun Oleh :
Kelompok XI
1.
Muttaqiin : 1501030414
2.
Meri kartika : 1501030421
JURUSAN TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN ( FITK )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
MATARAM
2016
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita bisa
melakukan aktivitas kita dengan baik, sehat wal‘afiat khususnya kepada penulis
sehingga “Makalah psikologi Pendidikan”
ini bisa diselesaikan dengan baik.
Tak lupa pula kita
sampaikan salam dan shalawat kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw yang
telah mengayomi kita semua dengan cinta kasih serta perjuangan beliau sehingga
kita bisa menghirup udara segar ini penuh dengan nikmat yang tak akan mampu
kita menghitungnya.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah dan penulisan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan
bagi saya khususnya. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Daftar Isi
COVER
KATA PENGANTAR............................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A.
Latar Belakang.................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah........................................................................... 2
C.
Tujuan............................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN...................................................................... 3
A.
Pengertian
Motivasi Belajar............................................................. 3
B.
Jenis-jenis
Motivasi.......................................................................... 3
C.
Metode-metode
dalam motivasi belajar........................................... 4
D.
Komponen-komponen
motivasi belajar............................................ 5
E.
Fungsi motivasi................................................................................ 7
F.
Upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar...................... 8
BAB III PENUTUP.............................................................................. 9
A.
Kesimpulan....................................................................................... 9
B.
Kritik dan Saran............................................................................... 11
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan
potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Salah satu
faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar
mengajar adalah motivasi belajar.
Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam
diri yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan
belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual.
Seseorang yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena
kurang adanya motivasi dalam belajarnya.
Motivasi mempunyai
peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi
guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara
dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat
menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan
belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong
motivasi. Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi belajar
adalah faktor metode pembelajaran. Selain siswa, unsur terpenting yang ada
dalam kegiatan pembelajaran adalah guru.
Guru sebagai pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan
sekaligus pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral maupun sosial
dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru dituntut untuk memiliki
pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan kepada siswa.
Seorang guru dalam menyampaikan materi perlu memilih metode mana yang sesuai
dengan keadaan kelas atau siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti
pelajaran yang diajarkan. Dengan variasi metode dapat meningkatkan kegiatan
belajar siswa
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian motivasi dan motivasi belajar ?
2.
Apa saja jenis motivasi belajar ?
3.
Apa saja metode-metode yang dilakukan dalam motivasi
belajar ?
4.
Apa saja komponen-komponen dalam motivasi belajar ?
5.
Apa saja fungsi motivasi ?
6.
Bagaimana upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi
belajar ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui dan memahami pengertian motivasi dan
motivasi belajar
2.
Untuk mengetehui berapa jenis motivasi belajar
3.
Untuk memahami apa saja metode-metode yang dilakukan
dalam motivasi belajar
4.
Untuk mengetahui komponen-komponen dam motivasi
belajar
5.
Untuk mengetahui apa saja fungsi motivasi
6.
Untuk mengetahui upaya-upaya untuk membangkitkan
motivasi belajar
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Motivasi Belajar
Motivasi adalah sebuah komponen utama dari prinsip
psikologis yang berpusat pada siswa, bahkan motivasi adalah semua aspek penting
bagi pengajaran dan pembelajaran. Siswa yang tidak termotivasi, tidak akan
mencurahkan usaha yang diperlukan untuk belajar. Seddangkan siswa yang
termotivasi berhasrat untuk datang ke sekolah dan tenggelam dalam proses
belaja.[1]
Motivasi
belajar adalah dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku
manusia ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan
lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.
B.
Jenis-jenis
Motivasi
Berdasarkan pengertian dan analisis tentang motivasi
yang telah dibahasa di atas maka pada pokoknya motivasi dapat dibagi menjadi
dua jenis, yaitu :
1.
Motivasi
Intrinsik
Motivasi intrinsik
adalah motivasi yang tercakup di dalam situasi belajar dan menemui kebutuhan
dan tujuan-tujuan murid. Motivasi ini sering juga disebut motivasi murni.
Motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam diri siswa sendiri, misalnya
keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan
pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi kehidupan, menyadari
sumbangannya terhadap usaha kelompok, keinginan untuk diterima oleh orang lain,
dan lain-lain. Jadi, motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar
2. Motivasi Ekstrinsik
2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi intrinsik
adalah motivasi yang hidup dalam diri siswa dan berguna dalam situasi pelajar
yang fungsional. Dalam hal ini pujian atau hadiah atau sejenisnya tidak
diperlukan oleh karena tidak akan menyebabkan siswa bekerja atau belajar untuk
mendapatkan pujian atau hadiah itu. Seperti dikatakan oleh Emerson, the reward a thing well done is to have
done it. Jadi jelaslah, bahwa motivasi intrinsik adalah bersifat real, dan
motivasi sesungguhnya atau disebut istilah sound motivation.[2]
Motivasi ekstrinsik
adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasu belajar,
seperti angka kredit, ijazah, tingkatan hadiah dan persaingan yang bersifat
negatif ialah sarcasm, ridicule, dan hukuman. Motivasi ekstrinsik ini tetap
diperlukan disekolah, sebab pengajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat
siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa.
Lagi pula sering kali
para siswa belum memahami untuk apa ia belajar hal-hal yang di berikan oleh
sekolah. Karena itu motivasi terhadap pelajaran itu perlu dibangkitkan oleh
guru sehingga para siswa mau dan ingin belajar. Usaha yang dapat dikerjakan
oleh guru memang bvanyak, dan karena itu di dalam memotivasi siswa kita tidak
akan menentukan suatu formula tertentu yang dapat digunakan setiap saat oleh
guru.[3]
C.
Metode-metode
dalam motivasi belajar
1. Metode
Brainstorming
Metode
brainstorming adalah teknik mengajar yang dilaksanakan guru dengan cara
melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab,
menyatakan pendapat, atau memberi komentar sehingga memungkinkan masalah
tersebut berkembang menjadi masalah baru
Tokoh yang
mempopulerkan metode brainstorming adalah Alex F. Osborn yang dalam bukunya Applied
Imagination itu disebut juga dengan metode sumbang saran. Metode
brainstorming merupakan suatu bentuk metode diskusi guna menghimpun ide atau
gagasan, pendapat, dan pengalaman siswa.
Teknik ini
hanya untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan
kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak ide, termasuk ide yang nyleneh,
liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan ide
yang kreatif.
Metode
brainstorming bertujuan untuk menghimpun ide, pendapat, informasi, pengalaman
semua siswa yang sama atau berbeda. Hasil akhirnya lantas dijadikan peta info,
peta pengalaman, atau peta ide (mindmap) untuk evaluasi. Metode ini
menguras habis apa yang dipikirkan para siswa di dalam menanggapi permasalahan
yang dilontarkan guru di kelas.
2. Reading
Guide
Metode
Reading guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk membaca panduan
yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dengan waktu
yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang
membahas seputar materi yang telah dibaca oleh peserta didik setelah kegiatan
membaca tersebut, dengan panduan bacaan yang telah diberikan guru tersebut.
Sejarah
Kebudayaan Islam adalah suatu kajian mengenai peristiwa-peristiwa penting
tentang peradaban dan budaya yang dilakukan dan diserahkan oleh umat islam.
Terutama yang terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi,
politik dan ekonomi, sejak munculnya agama islam sampai saat ini, sebagai suatu
khazanah kebanggaan umat islam yang selalu haraus diingat, dihayati, dan
diteladani.
3. Information
Search
Strategi Pembelajaran Information Search (Pencarian Informasi) |
Information Search (Pencarian Informasi) adalah strategi pembelajaran yang
menekankan pada kemampuan siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber
atas pertanyaan atau kasus yang diajukan guru kepada siswa untuk dipecahkan
atau dijawab berdasarkan informasi yang di dapat.
D.
Komponen-komponen
motivasi belajar
Motivasi memiliki dua komponen, yakni komponen dalam
(inner Compenent), dan komponen luar (outer component). Komponen dalam adalah
perubahan dalam diri seseorang. Keadaan merasa tidak puas, dan ketegangan
psikologis. Komponen luar adalah apa yang diinginkan seorang, tujuan yang
menjadi arah kelakuannya. Jadi, komponen dalam adalah kebutuhan-kebutuhan yang
ingin dipuaskan, sedangkan komponen luar adalah tujuan yang hendak dicapai.[4]
Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu:
1.
Kebutuhan
Kebutuhan terjadi bila
individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia
harapkan. Sebagai ilustrasi, siswa merasa bahwa hasil belajarnya rendah,
padahal ia memiliki waktu pelajaran yang lengkap. Ia merasa memiliki cukup
waktu, tetapi ia kurang baik mengatur waktu belajar. Waktu belajar yang
digunakannya tidak memadai untuk memperoleh hasil belajar yang baik, sedangkan
ia membutuhkan hasil belajar yang baik. Oleh karena itu, siswa mengubah
cara-cara belajarnya.
2.
Dorongan
Dorongan merupakan
kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan.
Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan
atau pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi tujuan tersebut merupakan
inti motivasi. Sebagai ilustrasi, siswa kelas tiga SMP memiliki harapan untuk
diterima sebagai siswa SMA terbaik di kotanya. Siswa tersebut memperoleh hasil
belajar rendah pada mata pelajaran matematika dan IPA dalam ulangan bulan ke satu.
Menyadari hal tersebut, maka siswa tersebut mengambil kursus tambahan dan
belajar lebih giat. Pada ulangan kedua hasil belajarnya bertambah baik.
Menyadari hasil belajarnya bertambah baik, maka semangat belajar siswa menjadi
tinggi.
3.
Tujuan
Tujuan adalah hal yang
ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan perilaku,
dalam hal ini perilaku belajar. Pada kasus siswa mengambil kursus dan semangat
belajar tinggi tersebut menunjukkan bahwa bertujuan lulus SMP dengan nilai yang
memuaskan dan diterima di SMA yang ia inginkan.
E.
Fungsi motivasi
Dari uraian di atas jelaslah bahwa motivasi mendorong
timbulnya kelakuan dan mempengaruhi serta mengubah kelakuan. Jadi,
fungsi motivasi meliputi berikut ini:
1.
Mendorong
timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul
sesuatu perbuatan seperti belajar.
2.
Motivasi
berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan
yang diinginkan.
3.
Motivasi
berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin mobil. Besarr kecilnya
motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.[5]
Untuk lebih jelasnya Fungsi motivasi dalam belajar akan
diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
a.
Motivasi sebagai pendorong perbuatan
Pada mulanya
anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang
dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang belum diketahui itu
akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Oleh
karena itu, motivasi mempunyai fungsi sebagai pendorong perbuatan siswa.
b.
Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Dorongan
psikologis yang melahirkan sikap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak
terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik yang
berfungsi sebagai penggerak perbuatan siswa. Sikap berada dalam kepastian
perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana,
prinsip, dan hukum. Sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya. Berdasarkan
pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai
penggerak perbuatan.
c.
Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Anak didik
yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan
dan mana perbuatan yang harus diabaikan. Sesuatu yang akan dicari anak didik
merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai
pengarah yang memberikan motivasi pada anak didik dalam belajar. Segala sesuatu
yang menggangu pikirannya dan dapat membuyarkan konsentrasinya diusahakan
disingkirkan jauh-jauh. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan
perbuatan anak didik dalam belajar.
F.
Upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar
Motivasi
dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku
manusia, termasuk siswa. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang
mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan
perilakusiswa. Ada tiga komponen dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan
tujuan.
Ada beberapa
upaya motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak
didik di kelas, sebagai berikut:
1. Memberi
Angka
2. Hadiah
3. Kompetisi
4. Ego-Involvement
5. Memberi
Ulangan
6. Mengetahui
Hasil
7.
Pujian
8.
Hukuman
9.
Hasrat untuk Belajar
10.
Tujuan yang Diakui
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Motivasi adalah sebuah komponen utama dari prinsip
psikologis yang berpusat pada siswa, bahkan motivasi adalah semua aspek penting
bagi pengajaran dan pembelajaran. Motivasi belajar adalah dorongan
mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia ke dalam bentuk
aktivitas nyata untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil
dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Jenis-jenis
motivasi yaitu sebagai berikut :
1.
Motivasi
Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup di
dalam situasi belajar dan menemui kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. Motivasi
intrinsik adalah motivasi yang hidup dalam diri siswa dan berguna dalam situasi
pelajar yang fungsional.
2.
Motivasui
Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan
oleh faktor-faktor dari luar situasu belajar, seperti angka kredit, ijazah,
tingkatan hadiah dan persaingan yang bersifat negatif ialah sarcasm, ridicule,
dan hukuman. Motivasi ekstrinsik ini tetap diperlukan disekolah, sebab
pengajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat siswa atau sesuai dengan
kebutuhan siswa.
Metode-metode dalm motivasi belajar
1. Metode
Brainstorming
Metode
brainstorming adalah teknik mengajar yang dilaksanakan guru dengan cara melontarkan
suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab, menyatakan pendapat,
atau memberi komentar sehingga memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi
masalah baru.
2. Reading Guide
Metode Reading guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang membahas seputar materi yang telah dibaca oleh peserta didik setelah kegiatan membaca tersebut, dengan panduan bacaan yang telah diberikan guru tersebut.
Metode Reading guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang membahas seputar materi yang telah dibaca oleh peserta didik setelah kegiatan membaca tersebut, dengan panduan bacaan yang telah diberikan guru tersebut.
3. Information
Search
Strategi Pembelajaran Information Search (Pencarian Informasi) |
Information Search (Pencarian Informasi) adalah strategi pembelajaran yang
menekankan pada kemampuan siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber
atas pertanyaan atau kasus yang diajukan guru kepada siswa untuk dipecahkan
atau dijawab berdasarkan informasi yang di dapat.
Komponen-komponen
dalam motivasi belajar sebagai berikut :
a.
Kebutuhan
b.
Dorongan
c.
Tujuan
Fungsi
motivasi yaitu sebagai berikut :
a.
Motivasi sebagai pendorong perbuatan
b.
Motivasi sebagai penggerak perbuatan
c.
Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Upaya-upaya
untuk membangkitkan motivasi belajar
a. Memberi
Angka
b. Hadiah
c. Kompetisi
d. Ego-Involvement
e. Memberi
Ulangan
f. Mengetahui
Hasil
g. Pujian
h. Hukuman
i.
Hasrat untuk Belajar
j.
Tujuan yang Diakui
B.
Kritik dan saran
Dengan adanya makalah ini,
diharapkkan untuk para pembaca dapat mengetahui dan memahami isi makalah ini. Saya selaku penulis
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk sama-sama kita perbaiaki
isi makalah yanng mungkin tidak bisa dimengerti dan dipahami, karena makalah
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, sekiranya para pembaca
memberikan kritik dan masukan yang sifatnya membangun untuk memperbaiki
kesalahan ini.
[1] John W.
Santrock, 2011, Psikologi Pendidikan Educational Psychology, (Jakarta : Salemba
Humanika) hal. 197
[2] Prof.
Dr. Oemar Hamalik, 2001, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta : PT Bumi Aksara)
hal.162
[3]
Ibid.hal.163
[4] Ibid
hal.162
[5] Ibid.
Hal 163
Daftar Pustaka
Slameto.2003.Belajar dan
Faktor-faktor yang Mempengaruhinnya. Jakarta:Rineka Cipta.
Syaiful Bachri Djamarah.2005.Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta
Jhon W. Santrock.2011.Psikologi
Pendidikan Educational Psychology. Jakarta: Salemba Humanika
Prof.
Dr. Oemar Hamalik.2001.Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara
Internet

Komentar
Posting Komentar