Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Kepada Kamu

Kepada kamu, terima kasih telah melukai. Sebab dengan begitu, aku jadi sadar bahwa kamu adalah lelaki yang tak layak menjadi suamiku. Adalah pria yang tak panta s menjadi ayah dari anak-anakku di kelak waktu. .   Ya ya yaaa...   .   Aku tahu. Aku tahu butuh waktu untuk melupakan-mu. Butuh jutaan detik untuk melepaskan perasaan ini. Tetapi aku punya satu cara untuk menyelesaikan kepiluan ini. Apa itu? Tak lagi memberimu kesempatan. Sebab bagiku, tak boleh ada sisa untuk cerita kita. Sedikit pun.   .   Dengarlah, walau hati yang dulu kaugenggam ini sudah kaupatahkan, aku akan tetap memaafkanmu. Meski benar bahwa memaafkan tak bisa berubah masa lalu, tapi setidaknya, ia bisa memperbaiki masa depan.   .   Hei, jangan ge-er dulu. .   Catat, ya. Aku hanya bisa memaafkan. Untuk kesempatan, sekali lagi sorry, ribuan kali kau mengetuk pun, sungguh aku tak akan membukanya. Jutaan kali kau mengemis pun, Demi Allah aku tak sudi memberinya. ....

Jodohku, siapa namamu ?

Jodohku, siapa namamu? Ah, aku selalu menerka-nerka, gelisah tentang sosok yang akan menemani separuh hidupku. Padahal bisa jadi, kamu adalah orang yang sudah k ukenal sangat lama. Padahal bisa jadi, kita selalu bertemu setiap hari. Padahal bisa jadi, kita belum kenal tapi pernah berpapasan. Padahal bisa jadi, kamu adalah teman dunia mayaku. . Jodohku, siapa namamu? Aku mencarimu tiap hari; meski hanya lewat butiran doa. O iya, apakah doa kita sama, ingin dipertemukan dengan yang shalih? Semoga sama ya. Dan kalau aku tidak shalih, kuharap kamu adalah cahaya yang Allah kirim untuk membimbingku. Aku selalu percaya, tak ada doa yang tak didengar oleh Allah. Kamu juga percaya, kan? . Jodohku, siapa namamu? Ah, aku harusnya sadar, menanti jodoh ibarat menanti kematian. Harusnya tidak digelisahkan, tapi dipersiapkan. Kamu sedang mempersiapkan? . Jodohku, siapa namamu? Apa memang kita belum kenal, atau memang sudah kenal tapi tak tahu, bahwa nama kita sudah bersanding di Lauh Mahfuz...

Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai 3

Aku tidak seharusnya mengingatmu yang tak lagi mengingatku. Aku paham betul, saat seseorang memilih pergi untuk hati lain artinya dia tidak layak lagi kembali. Itulah alasan mengapa cinta baru diciptakan. Agar manusia menyadari tidak selayaknya orang yang mengatakan cinta memilih pergi. Jika nyatanya kamu tetap pergi. Tanamkanlah untuk tidak pernah lagi meminta kembali. Karena bagiku, lebih baik patah hati dan kecewa oleh orang yang berbeda, daripada dipatahhatikan dan dikecewakan oleh orang yang sama. Sebab, pada akhirnya, setiap yang patah hati akan sampai pada titik: ternyata aku sudah baik-baik saja. Ternyata tak ada lagi perasaan yang sama. Dan nyatanya, ada orang lain yang menggantikan tempatmu. –BOYCANDRA, dalam buku “Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.”

Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai 2

Setiap kali bertemu kamu lagi aku selalu memperbaiki raut wajah berkali-kali. Memasang mimik muka yang pas sebagai orang asing. Mencari nada suara yang pas seba gai orang lain. Itulah alasan mengapa setiap kali bertemu kamu aku lebih banyak memalingkan muka. Aku lebih banyak diam daripada bicara. Karena setiap kali kamu menatapku. Setiap kali kamu membalas ucapanku. Aku harus berkali-kali menekankan kepada hatiku. Aku tidak akan mengulangi jatuh cinta lagi kepadamu. Semuanya sudah berakhir dan tidak akan pernah aku mulai lagi. –BOYCANDRA, dalam buku “Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.”

Sebuah Usaha Melupakan

Pernahkah kamu belajar memahami? Bahwa melupakanmu adalah jalan panjang berlubang yang harus kutempuh sendiri. Aku harus melangkah pelan-pelan, agar tak jatuh   dan tetap bisa sampai ke tujuan. Itulah alasan sederhana aku tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan. Aku takut, aku jatuh lagi pada lubang yang sama, dengan luka yang sama. Rasa sedih ini butuh waktu yang panjang untuk pulih kembali. Tetaplah menjauh agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi. --boycandra, dalam buku "Sebuah Usaha Melupakan."

Allah lebih tahu yang terbaik Untukku

Saat aku minta kaya lalu Allah fakir-kan. Saat aku minta sehat lalu Allah sakit-kan. Saat aku minta pendamping lalu Allah belum kabulkan... . Maka, saat itulah  aku sadar, Allah jauh lebih tahu tentang apa yang ku-butuhkan; Allah Maha Faham, bahwa barangkali, keadaan seperti inilah yang akan lebih mendekatkanku kepada-Nya. . Muhammad, Sallallau alaihi wa sallam adalah setaat-taat manusia, tapi beliau pernah menahan lapar dengan mengikatkan batu di perutnya.. Ayyub, alaihissalam adalah seshaleh-shaleh insan, tapi beliau memilih sabar ketika ujian sakit parah menggerogoti belasan tahun lamanya. . Maryam, radiallahu anha adalah sesuci-suci hamba, tapi Allah tak karuniai pendamping yang memesrai. . Karena wahai, ini perjalanan seorang Muslim. Ketika cobaan menggores ia balut dengan sabar. Ketika karunia menghujan ia payungi dengan syukur. . Ah indah-nya menjadi Muslim. Hanya dengan mengepakkan dua sayap, yakni sabar dan syukur, ia bisa terbang mengitari cakrawala hidup m...

Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai

Tetaplah bahagia tanpa aku. Kenang saja kita sekadar masa lalu. Yang pernah ingin bahagia, namun luka lebih cepat datangnya. Yang gagal menyatukan ingin. Sebab  kau lebih suka bermain. Aku pernah begitu serius. Namun kau tak pernah belajar mencintai dengan tulus. Sekarang, saat semua terlanjur menjadi kenang. Mungkin sudah saatnya kau pulang. Sebab, kita tak akan pernah lagi bisa mengulang. Carilah rumah baru. Hatiku tak lagi bisa menempatkanmu. –BOYCANDRA, dalam buku “Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.”

Layang-Layang itu Aku

Gambar
Mungkin kisah kita sedikit banyak ada yang sama,, jadi gak ada salahnya baca postingan ini sampai selesai  :)   :D  "Layang-Layang" Biarkan aku jadi layang-layang d an kamu sebagai pemiliknya,,, Jika layang-layang itu putus mungkin karena kamu tidak bisa menjaganya dengan baik,, Jadi biarkan ia pergi, biarkan ia terbang bebas, dan ketika jatuh mungkin sudah dalam keadaan tidak utuh atau sempurna, sesempurna ketika menjadi milikmu (robek),,  Jangan mengejarnya. Jangan. Jika kamu mengejarnya dan mendapatkannya kembali besar kemungkinannya kamu akan mengabaikannya lagi, benangnya putus lagi. Jadi jangan pernah mengejarnya,, biarkan ia dikejar orang lain,, walaupun ketika layang-layang itu ditemukan sudah dalam keadaan robek sana sisi,,atau bahkan hampir kerangkanya saja yang masih ada, biarkan orang yang menemukannya itu yang memperbaikinya,, siapapun yang menemukan layang-layang itu berarti dia yang berhak memilikinya dan bukan milikm...

Duhai Lelaki Sholeh

Duhai lelaki sholeh..... Aku hanya wanita akhir zaman. Amat banyak hilaf dan aib yang ku tanam dimasa silam. Sempat ku cintai atau bahkan, menjadi pacar lelaki lain. Sudikah kau terima kelamnya masa laluku?, kemudian maukah kau mengajariku bertaubat, mengajariku menjadi lebih baik? Duhai lelaki sholeh.... Aku hanya wanita akhir zaman. Tak secantik Zulaikha, tak sekaya Khadijah, tak secerdas Aisyah, dan tak sesuci Maryam. Namun, maukah kau menuntunku dengan jemari taqwa?, agar bisa berjumpa dengan beliau-beliau di surga kelak? Duhai lelaki sholeh... Aku hanya wanita akhir zaman. Mungkin kau akan tertawa kecil, saat kau tahu bacaan Quranku masih belepotan, atau sholatku masih salah. Tapi, tapi aku ingin belajar, maka maukah kau mengajariku agar mengenal Tuhanku secara benar? Duhai lelaki sholeh...... Aku hanya wanita akhir zaman. Kadang lebay, kadang kecentilan, kadang alay, kadang suka ghibah, ngefans berlebihan dengan artis ganteng. Aku malu sebenarnya mengingat itu, ta...

Aby A. Izzuddin

Gambar
Mari menata ulang ruang perasaan   Mari menata ulang ruang perasaan. Di usia kita ini, sudah bukan waktunya galau-galauan karena patah hati, ingat masa lalu, atau cinta yang terpendam. Lihatlah ibu bapak kita yang sudah menua. Adakah di antara kita yang sudah membahagiakan mereka? Lihatlah masyarakat sekitar, manfaat apa yang sudah kita berikan pada mereka? Atau justru, lihatlah diri kita sendiri, sudah khusu’ kah shalatnya? Sudah istiqomahkah baca qurannya? Sudah layakkah disebut dewasa ? Kita sibuk dengan urusan perasaan-perasaan, tanpa sadar jatah muda kita sudah hampir habis. Kita sibuk meratapi masa lalu, hingga lupa bahwa ada hari ini yang harus dimanfaatkan. Kita sibuk menangisi luka, hingga lupa bahwa ada jutaan dosa yang lebih layak ditangisi. Maafkan, aku sedang membentak diriku sendiri. Yaa Allah, ampuni….. ~Aby A. Izzuddin~

Sumber dan Dalil Hukum yang Disepakati

Gambar
Tugas Ushul Fiqh “Sumber dan Dalil Hukum yang Disepakati” Nama Kelompok IV : 1. Muttaqiin                 : 1501030414 2. Meri Kartika            : 1501030421 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM (IAIN) MATARAM 2016 BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Secara bahasa dalil yaitu yang menunjukkan kepada   sesuatu, baik sesuatu itu bersifat konkrit atau abstrak. Sedangkan menurut istilah dalil yaitu sesuatu yang dapat menunjukkan kepada hukum syara’ tentang perbuatan manusia, baik secara meyakinkan atau dugaan kuat. Dalil yang disepakati oleh para jumhur ulama’ secara tertib, yaitu : al-qur’an, as-Sunnah, ijma’ dan qiyas. Firman Allah : ÙŠَٰٓØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُÙˆٓا۟ Ø£َØ·ِيعُوا۟ ٱللَّÙ‡َ ÙˆَØ£َØ·ِÙŠ...