Kepada Kamu
Kepada kamu, terima kasih telah melukai. Sebab dengan begitu, aku jadi sadar bahwa kamu adalah lelaki yang tak layak menjadi suamiku. Adalah pria yang tak panta s menjadi ayah dari anak-anakku di kelak waktu. . Ya ya yaaa... . Aku tahu. Aku tahu butuh waktu untuk melupakan-mu. Butuh jutaan detik untuk melepaskan perasaan ini. Tetapi aku punya satu cara untuk menyelesaikan kepiluan ini. Apa itu? Tak lagi memberimu kesempatan. Sebab bagiku, tak boleh ada sisa untuk cerita kita. Sedikit pun. . Dengarlah, walau hati yang dulu kaugenggam ini sudah kaupatahkan, aku akan tetap memaafkanmu. Meski benar bahwa memaafkan tak bisa berubah masa lalu, tapi setidaknya, ia bisa memperbaiki masa depan. . Hei, jangan ge-er dulu. . Catat, ya. Aku hanya bisa memaafkan. Untuk kesempatan, sekali lagi sorry, ribuan kali kau mengetuk pun, sungguh aku tak akan membukanya. Jutaan kali kau mengemis pun, Demi Allah aku tak sudi memberinya. ....